Friday, December 11, 2009

Penderitaan dan Pelecehan yang aku hindari

Penderitaan dan pelecehan seperti apa yang akan terjadi seandainya aku tidak mulai merencanakan hidupku mulai dari sekarang dengan meng-upgrade diri, bekerja cerdas, berpenghasilan yang berlimpah , bersyukur dan bersabar?

1. Kehilangan moment-moment baik untuk menjual :(
2. Selamanya ngirim email... satu-satu :(
3. Cuman mempunyai satu bisnis seumur hidup :(
4. Nggak pernah punya investasi yang terus berkembang :(
5. Cuman tinggal di tempat sementara temen-temen udah punya bisnis property di Singapore dan berlibur ke German :(

6. Perjalanan hidupku akan jauh tertinggal dari teman-temanku bisa jadi teman-temanku mempunyai penghasilan lebih baik, kesempatan lebih baik dan kehidupan yang berkelimpahan :(
7. Terlihat stupid dan konyol karena tidak mampu mengkontrol diri :(
8. Menjadi bulan-bulan orang dikarenakan keterbatasan kemampuan, baik dari pemahaman, pemecahan masalah dan pergaulan :(
9. Tampak sebagai manusia yang bodoh, lemah dan perlu dikasihani :(
10. Capek deh karena harus defend dengan alasan yang tidak masuk akal dan orang cuman bisa ketawa, "you just dont know what are you talking about!"
11. Yang ada cuman ngotot dan otot, kayak kuli panggul :(
12. Punya sedikit teman :(
13. Kesepian :(
14. Tertekan :(
15. Merana :(

16. Terlecehkan karena menjadi manusia yang terus tergantung orang lain disebabkan tidak dapat mencukupi kebutuhan diri sendiri dan mewujudkan cita-cita :(
17. Tidak dapat membantu orang tua ketika mereka sangat membutuhkan :(
18. Tidak dapat membantu sodara-sodara ketika mereka memerlukan :(
19. Menjadi cemoohan dan pergunjingan diantara sodara :(
20. Seumur hidup tergantung pada orang tua :(
21. Kapan mau ngumpulin dan menjamu sodara-sodara dengan keadaan yang lebih baik :(
22. Gimana klo aku sampe sakit? :(

23. Tuhan tidak akan menolong dan memberikan kemudahan-kemudahanNYA :(
24. Kembali ke seburuk-buruk tempat, Neraka jahannam :(

Bener-bener kalo sampai itu terjadi, aku akan menjadi manusia yang sangat merugi dunia akherat.

Thursday, December 10, 2009

Only the truth....

"I only tell you the truth... Nothing but the truth... The TRUTH!"

Emang dimana-mana membicarakan kejujuran bukanlah selalu hal yang mudah dan menyenangkan. Tidak untuk permasalahan umum juga tidak dalam menjual sesuatu. Mungkin pada dasarnya manusia tuh memang seneng dibohongin, mudah dilenakan oleh sesuatu yang keliatannya enak dan menyenangkan.
Contoh kasus neh jualan (lha emang kita sales... mo gimana lagi hehehe...) furniture ama orang amric, sebenernya nggak amric aja worldwide-lah.

Yang jelas tuh bule berbisnis kan di negara dia, tapi dia beli dari Indonesia, 1000mile far away jaraknya. Artinya untuk tau seperti apa characteristic orang Indonesia berbisnis, dia nggak bisa hanya percaya dengan prototype, profile apalagi hanya janji-janji. Karena problem apa yang terjadi dengan partner dia di Indonesia adalah problem dia untuk bisnisnya di negara dia. Begitu juga yang di Indonesia, problem customer di negara dia juga problem yang ada di Indonesia. Itu kenapa keterbukaan dibutuhkan untuk kedua belah pihak, nah sales itu tugasnya hanya menyampaikan, menginformasikan apa yang dia tau, apa yang menguntungkan dan apa yang merugikan untuk customernya.
Justru klo diawal negosiasi keliatannya kok sulit, alot dan banyak banget pertimbangannya, biasanya peluang untuk terjadi bisnis itu ada. Kenapa kok jadinya lama, karena pertimbangan memang mutlak untuk mengukur resiko dari sebuah kerja sama.

lha kalo pada akhirnya kok ternyata si customer masih ngotot menggunakan analisa dan keputusannya sendiri yang didasarkan hanya untuk kepentingan dia yang keliatannya menguntungkan, ya biarkan saja. Yang terpenting, "saya sudah sampaikan apa yang terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis Anda tanpa ada yang ditutup-tutupi".

Saturday, December 5, 2009

Who's the bad teacher?

Kira-kira 2tahun yang lalu, aku pernah dicegat ama seorang ibu, dia menggendong seorang anak kecil. Waktu itu hampir maghrib di pomp bensin kedungmundu, seperti biasa, klo lagi pas dompet kosong mampir deh ke ATM buat ngambil duit, pas mo balik, si ibu nyamperin. Emang keliatan kasian, item, lusuh, anaknya juga item yang waktu itu tidur nyenyak digendongan si ibu.
Si ibu bilang, “mbak minta ongkos buat pulang ke Demak
spontan aku ngambil duit dari dompet, “lho kok bisa sampe sini? Ya ini buat pulang ati-ati... buruan udah hampir malem bu
aku inget banget pada waktu itu aku sangat bersyukur karena Allah menuntun aku buat ke pomp bensin dan ngambil duit, karena ada seseorang yang butuh dibantu.
Tapi ternyata aku mergokin si ibu yang sama nongkrong di deket ATM situ lagi, wah emang profesi dah.

Jrengggggggggggg, langsung nerawang... itu anak kecil yang digendong, secara enggak langsung dia ditraining ama orang tuanya sendiri yang tiap hari ngelakuin hal yang sama, yaitu minta-minta, berbohong. Diajarin langsung... gimana supaya orang merasa kasian, diajarin langsung... bagaimana merendahkan dirinya. Kalau sampai nanti dia besar dan tidak ada perubahan dalam keseharian sikap dan tindakan orang tuanya, tidak ada perubahan dalam lingkungannya. Sudah pasti kan akan menjadi seperti apa si anak itu?

Kali lain, aku lagi naik motor, pas lampu merah... ijo belon nyala, seorang bapak yang abis ngejemput anaknya sekolah, main terobos aja... mana dia ngambil jalur arah yang berlawanan. Dalam hati, Ya Allah, apa tuh bapak nggak takut, kelak anaknya akan membenarkan tindakannya yang seperti itu dengan mencotohnya? Sementara tindaknya mempunyai konsekwensi yang besar, nyawa.

Orang tua yang selalu bilang, ”aku ngelakuin semua ini demi anak”, kedengerannya sih indah, kedengerannya sih baik, tapi tindakannya sama sekali nggak mencerminkan apa yang dilakukannya itu semata-mata hanya untuk anak. Sepantasnya orang tua akan berfikir 1000 kali untuk mengajarkan anaknya dengan sesuatu yang akan merendahkan dirinya apalagi membahayakan nyawanya.

Contoh yang aku ambil boleh dibilang ekstrim, karena dilihat dari backgroundnya, pendidikan yang kurang, ekonomi yang sulit.
Tapi coba perhatikan yang sering terjadi dan itu ada dihampir semua lapisan... bagiamana orang tua mengajarkan anak-anak menghabiskan waktunya dengan sia-sia... hanya dengan menonton sinetron bareng-bareng, bagaimana mengajarkan membuat 1001 alasan kepada anak... dengan membuat 1001 alasan atas jawaban-jawabannya terhadap si anak.

Ya, aku bisa bayangin sebagai anak-anak pasti akan bingung melihat dan belajar dari ketidakkonsistenan orang tua. Ufssss... Please, jadi orang tua ternyata harus lebih banyak belajar, harus lebih banyak mengkoreksi diri dulu sebelum mengkoreksi anak-anaknya, bisa jadi kenakalan mereka adalah hukuman atas ketidakmampuan orang tua mendidikan dan melindunginnya.

"Apapapun kwalitas yang Anda inginkan dari anak Anda, jadi itu sebagai kwalitas Anda"
- Mario Teguh -

Wednesday, December 2, 2009

NYARIS!

Lagi keranjingan neh minggu-minggu ini mainan "magic cube", udah beli 3x yang satu jebol karena emosi hehehehe....
setelah diputar-puter mo bikin 2blok baru kemaren deh nyaris... tapi tetep aja blon berasil.....

Dari permainan itu, aku kok seperti diingetin... permainan itu kan melatih otak kiri, karena setelah tau kunci jalannya, megang satu cara aja dan diapalin, dipraktekin udah pasti berhasil (maklum sekarang kan baru ketemu satu caranya hehehehe...)

Lha, aku tuh seperti diingetin begini:
1. Orang sukses dimana-mana kalo diperhatiin pasti akan melakukan hal yang sama, bertindak sama, berpikir sama dan berkarakter sama. Pasti akan ada kesamaan tindakan dan cara dari semua orang sukses yang pernah ada. nah lu tinggal nyontek, bagaimana mereka berpikir, bertindak dan membangun karakternya, setelah itu praktekin sama persis dan perhatikan caranya... jangan gengsi dengan nyari cara sendiri sementara pengatuan untuk itu masih blank mana belon pernah sukses juga, akibatnya kelamaan... Ya klo belon keburu mati udah bisa sukses klo enggak?
Artinya, hanya menggunakan cara yang sama untuk menghasilkan result yang sama, belajar dari yang terbaik untuk menjadi yang terbaik....

2. Pas ngeliat acara Mario Teguh Golden Ways di MetroTV, klo nggak salah pas itu Pak Mario membahas tentang kegagalan, Pak Mario sempet melontarkan pertanyaan ke salah satu audiancenya,
"kalo Anda udah berusaha kok gagal, apa yang akan Anda lakukan?"
"Coba lagi!", dengan penuh semangat
"Kalo gagal lagi?"
"Coba lagi!", semangatnya tambah full
"kalo gagal lagi?"
"Tetep coba lagi!", udah ditambah ngotot
"Kalo tetep gagal?... ", belon sempet tuh si audiance menjawab pak mario langsung menyamber....
"caranya yang dirubah!"

nah, yang dijalani orang pada umumnya, merasa sudah melakukan usaha dengan maksimal, sepertinya segala cara udah dilakukan, tapi kok hasilnya sama, tetep aja gagal.
Sedikit sekali yang terus melihat ke dalam dirinya dan mengevalusi cara-cara yang sudah dilakukan, sebagian besar menyalahkan keadaan, sama juga, pas aku coba putar-puter kagak bisa-bisa diejek deh ama adekku..., spontan kan,"ini soalnya susah diputer....", akan ada 1001 hal untuk dijadikan alasan. Tapi apapun alasannya, cuman hasil yang bisa membenarkannya

3. Setelah paham dengan cara-cara yang sama itu, terus aja praktekin, terus aja gunakan... klo udah mahir, otomatis akan menjadi reflek tinggal masukin emosi, akibatnya orang akan bilang.... "penjiwaannya terhadap pekerjaannya luar biasa".
Kalo sudah pada tahap itu, reflek dan penjiwaan udah didapet, baru deh modifikasi... karena masing-masing orang akan mempunyai kecenderungan style yang berbeda disesuaikan dengan gayanya sendiri... tapi pada dasarnya mereka akan memegang prinsip yang sama!

Sama juga kan, klo udah mahir dengan cara ato tehnik bermain magic cube ini, akibatnya tinggal ngejar target waktu, ada kan yang dengan cekatan cuman butuh beberapa detik untuk menyusun, sementara yang lain butuh 5 menit bahkan ada yang butuh setengah hari... hahahahha....

So, begitu kira-kira pencerahan yang aku dapet dari bermain magic cube....

Hope to share with you more about everything!!!! have a great day!

Tuesday, December 1, 2009

Siapa yang ditakuti?

Belakangan ini kan lagi geger-gegernya neh kasus KPK-POLRI-Kejaksaan, karena aku tuh males banget ngikutin acara politik gitu, sempet dibilang ndesooo. Tapi masih tetep aku sempetin buat ngikutin, ato setidaknya buat mengambil hikmah dari kejadian pelik itu.
Kalo direnungin memang tragis, atas nama jabatan, atas nama kesetiaan dapat mengalahkan kejujuran dan kebenaran.

Subhanallah, sekali lagi aku cuman bisa manggut-manggut dan dalam hati yang paling dalam sangat membenarkan ungkapan Pak Adi, betapa Islam itu sangat lengkap dan mewakili segala bentuk permasalahan dan kompleksitas hidup seorang hamba.

Kenapa di dalam Islam ditegaskan, "takutlah kamu hanya kepada ALLAH!"
Perintah ini ternyata adalah bentuk totalitas seorang hamba kepada Sang Penciptanya.
Apabila seseorang dalam dirinya hanya takut kepada ALLAH, tak adalah lagi kebeneran yang perlu ditutup-tutupin hanya karena takut kehilangan jabatan, takut kehilangan mata pencaharian dan takut kehilangan harta benda. Karena hanya DIA-lah yang sepantasnya ditakuti, karena rejeki itu mudah untukNYA melimpahkan kepada hamba-hambaNYA yang dikehendakiNYA dan tak akan ada apa pun yang mampu untuk menahannya. Demikian juga nyawa, kapan pun DIA memintanya kembali, tak akan mampu seorang hamba untuk menahannya barang sebentar. Allahuakbar!

Apabila seseorang dalam dirinya hanya takut kepada ALLAH, tak adalah lagi kekhawatitan akan hari esok, karena jelaslah DIA yang memperjalankan matahari dan bumi pada garis edarnya masing-masing.

Apabila seseorang dalam dirinya hanya takut kepada ALLAH, yang ada sekarang adalah takut bahwa ALLAH akan menuntutnya kelak atas apa yang seharusnya dilakukan namun tidak dilakukan, takut bahwa bisnis ini adalah bisnis DIA yang dapat kapan saja DIA tutup dan disegel bangkrut, takut bahwa ilmu ini adalah ilmu DIA yang kapan saja dapat diambil. Allahuakbar...!
"Ternyata aku masih cukup berani untuk tidak takut kepadaMU Ya Rabb...
Ampuni aku, tuntunlah aku, ajari aku agar selalu dapat mementingkan
kepentinganMU diatas kepentinganku. Ampuni aku Ya Rabb!"