Sunday, October 25, 2009

Who's the bos?

It's not about them, It's about me!”
MTGW

Seperi juga Tornado, sementara dibagian luar bergejolak menghancurkan segala macam disekitarnya namun bagian tengahnya tetap tenang. Seperti itulah yang digambarkan bagaimana seharusnya yang terjadi di dalam diri jauh lebih penting dari pada yang diluar.
Masalah mah bagaimana solusinya saja”, mungkin begitu kira-kira ust. Yusuf Mansur bilang hehehe....
makanya pasang tuh filter, jangan semua yang dari luar masuk aja”, ini klo versi Pak Adi
Emang kan virus ada dimana-mana, tapi klo kondisi tubuh fit jadi nggak bermasalah kan.
Whatever people say about you, whatever situation pushing you away, whatever complain pointing on you, no matter if people disagree with you, semua itu nggak akan mengganggu dan mempengaruhi situasi dalam diriku.... karena aku yang memilih, take it or leave it!
Sepertinya gampang ya? Memang gampang, syaratnya terus dilatih!!! So kata kuncinya adalah dilatih....

Latihan praktisnya neh, selalu buat counternya dan klo belon berani mengcounter secara verbal, katakan itu pada diri sendiri berulang-ulang....
virus: “Susah ya mencapai target” counter: “semua itu mudah selama ALLAH bersama aku!”
virus: “Anakku neh nakal banget, susah diatur” counter: “Anak mah fitrahnya suci jadi tinggal bagaimana ibunya aja, hehehehehe... makanya jadi ibu jangan berenti belajar dong!!!”
virus: “Buku-buku sekarang tuh mahal-mahal” counter: “Ah sangat murah kalo dibanding value yang akan didapat
virus: “300jt? Banyak banget...” counter: “300jt mah dikit, buktinya banyak yang punya

Yang paling penting diperhatikan neh pesen dari sang praktisi,
jangan pernah mengkomparasi dengan kondisi kita sekarang, contoh kau bilang mahal karena dikantong emang nggak ada duit segitu. Caranya... itu murah, tunggu aja ya pasti akan saya beli, tunggu saja!”

Klo Si Ustad Yusuf Mansur bilang, “Impian untuk Naik Haji ntar Agustus 2010 terasa tidak mungkin karena bayangan Anda Agustus 2009 sekarang, padahal 2010 kan masih lama!”

Klo Mario Teguh bilang, “tidak ada keingin kita yang lebih tinggi dari kemampuan kita nanti, yang ada keinginan yang lebih tinggi dari kemampuan kta sekarang. Padahal kemampuan itu tumbuh, jadi jangan kecilkan keinginan kita.... itu!”

Weiiii.... Subhanallah, aku bersyukur hidup dan diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang dengan pemikiran yang luar biasa itu, penuh semangat dan positif dan bermanfaat buat orang lain, mesti mereka nggak ngasih duit lho, cuman demi buka mulut aja... wuzzzzzzzzz bisa merubah hidup seseorang dari yang loyo kembali semangat!
Well, referensi dari semua itu yang insyaallah aku niatkan untuk merubah persepsiku terhadap segala hal
WHO's the BOS?!!!”

Saya + Tuhan = Cukup (MTGW)

Kalo ini emang fave-ku banget, coba merangkum sedikit yang aku tangkep dari durasi 60menit Mario Teguh Golden Ways. Di acara itu ada 3 pertanyaan yang jawabannya menarik buatku;
1. “Pak Mario, Saya + Tuhan = Cukup. Saya tidak setuju, karena itu berarti menafikkan doa-doa orang-orang disekitar kita, ibu, istri dan anak-anak... Bagaimana?”
2. “Pak Mario, Saya + Tuhan = Cukup. Lantas kapan saya boleh meminta kepada Tuhan?”
3. “Pak Mario, Saya + Tuhan = Cukup. Kapan kita tau bahwa itu cukup?”.
“SUPERRRRRR!!!!”, Pak Mario-nya ngejawab gitu...

Tapi perhatiin ya jawaban detailnya...
1. “Kalau saya bilang SAYA (dalam SAYA + Tuhan), itu tidak sederhana lho. Karena saya mewakili yang dibelakang saya, Ibu yang sangat sayang kepada saya, istri yang selalu mendukung saya, perusahaan besar yang akan terus berkembang, orang-orang yang menanti untuk saya muliakan. Jadi saya ini tidak sederhana! Hati-hati dengan persepsi Anda terhadap diri Anda sendiri!........ itu”

2. “Ketika apa yang kita dapat tidak berhenti hanya kepada kita sendiri! Kalau itu yang terjadi artinya yang kita terima cukup. Namun ketika yang kita dapat adalah untuk kita berikan lagi kepada orang lain, untuk menyenangkan orang lain dan untuk memuliakan orang lain, ketika itu mintalah sebanyak-banyaknya kepada Tuhan, karena akan lebih banyak lagi yang akan kita beri”.

3. “Kapan kita tau itu cukup? Jawabannya adalah tergantung dari masing-masing pribadi. Tapi saya yakin masing-masing pribadi tau dan merasakan, kapan ketenangan didapat, dan kapan kebahagiaan meliputi dengan apa yang diterimanya. Karena ini adalah yang paling mendasar. Ketika kita sudah cukup bersama Tuhan, urutannya adalah:
- kita merasa damai
- dengan damai kita bergembira
- dan hanya orang-orang yang bergembira yang akan berani
- dan kalau berani maka dia akan berupaya
berupaya pun dia pasti akan mengupayakan yang terbaik karena dia tau hasilnya akan memuliakan dia dan orang-orang disekitarnya.... itu!”

Ya, mungkin begitu kira-kira yang aku tangkep dari durasi 60menit MTGW.
Kurang dan lebihnya mohon maap....
SupERRRRRR!!!
_________________________________________
*wish I could practice more on the way Pak Mario answer every question!
Oya pumpung inget neh; Pak Mario di MTGW juga pernah sih bagi-bagi tips, bagaimana menjawab setiap pertanyaan dengan supERRRRRR:
1. dengarkan pertanyaannya
2. cari tau kira-kira mengapa dia bertanya seperti itu
3. temukan jawaban lazim dari pertanyaan seperti itu
4. cari jawaban yang tidak lazim dan baru dijawab
Klo nggak latihan, wahhhh keburu orang yang nanya ngabur kan, karena kita sibuk nyari-nyari jawaban yang nggak lazim dan nggak ketemu-temu.... hehehehe....

Cuman beda 0 (nol) doang

“Ternyata cuman beda 0 (nol) doang!”, ini pencerahan dari Sang Guru, setelah dia bermeditasi berhari-hari dengan setumpuk uang 1M-nya (emang cuman copian doang sebagai affirmasi dari cita-cita 1M yang beneran). 10.000 (sepuluh ribu) ke 100.000 (seratus ribu), 1.000.000 (satu juta) ke 10.000.000 (sepuluh juta), 100.000.000 (seratus juta) ke 1.000.000.000 (satu miliar). Hanya cukup dengan nambahin 0 (nol) satu doang, maka hasilnya akan sangat berbeda, dan yang lebih parahnya 0 (nol) yang satu itu membuat nilai/value menjadi jauh berbeda.
Apa maksudnya? Kalau boleh kita mentafsirkan; 0 (nol) = kosongkan diri, kosongkan pikiran, 0 (nol)-kan pikiran.... maka kita akan jauh lebih mudah menerima, jauh lebih jernih berpikir dan jauh lebih mulia dan berkelimpahan*. Amin....
*kalo butuh detailnya... just call me! ;)

Baik vs Buruk

Ketidaktahuan sering kali membawa aku hidup dalam kekeliruan, hanya karena menutup diri untuk menggali lebih jauh apa yang baik dan apa yang buruk. Karena sebenernya mengetahui yang salah tidak selamanya buruk, justru perlu tau yang buruk untuk tau mana yang baik, perlu tau yang salah untuk berbuat yang benar, perlu tau yang jelek untuk memilih yang bagus.
Bisa jadi yang salah dianggap benar seumur hidup hanya karena tidak pernah tau yang benar-benar salah.
Sebaliknya yang benar bisa dianggap salah seumur hidup hanya karena tidak pernah tau mana yang sejatinya benar.

Thanks to GOD, I ever live on that bad side and so sorry for that but
than...
NOW, I am growing... learning... apologizing... and running to be
good in every way
!“

Ini perjuangan bukan pertaruhan

Baru sadar bisa jadi selama ini aku hidup sebagai seorang penjudi, hanya karena merasa sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang namun pada akhirnya hasil tak lebih dari sekedar pengharapan akan datangnya keajaiban. Bukankah itu yang sering dilakukan seorang penjudi, ketika semua sudah dipertaruhkan di atas meja judi, sementara hasilnya adalah pengharapan akan kemenangan.
Aku rasakan perjalananan hidupku sering kali justru mempertaruhkan hal-hal yang jauh lebih berharga. Merasa cita-cita dan masa depan itu berharga tapi sangat tidak sesuai banget dengan apa yang dilakukan sekarang, saat ini. Nyanteee banget. Merasa sudah berhitung akan expenses yang dikeluarkan, kenyataannya banyak yang diluar budget justru jadi perhatian. Katanya pengen segala urusan dimudahkan ALLAH, nyatanya Sodaqoh nggak pernah lebih banyak dari budget beli baju. Merasa sudah melakukan banyak kebaikan, ternyata orang lain yang merasakan justru sakit ati. Merasa sudah cukup banyak berbuat, ternyata ada orang lain yang jauh melakukan banyak hal dan lebih bermanfaat buat orang banyak.
Merasa jauh lebih baik, ternyata orang lain jauh lebih baik lagi dalam berdamai dengan dirinya sendiri...
Akibatnya apa yang aku pikir sudah ..., tidak pernah bisa digunakan sebagai ukuran. Karena yang aku pikir sudah memang tidak pernah terukur. Ujung-ujungnya hanya pengharapan...... mudah-mudahan ntar ada rejeki, mudah-mudahan ada yang menolong, mudah-mudahan ini cukup, mudah-mudahan semua akan benar-benar menjadi baik, .... mudah-mudahan masuk sorga! Please deh!!!

Hanya pejuang lah yang benar-benar berpikir, benar-benar berhitung dan
benar-benar berbuat dengan bekal pikiran (ilmu), perhitungannya (strategy) dan
dengan doa sebagai pengharapan...